Dalam Raker bersama komisi VIII DPR RI Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) mengumumkan rencana penurunan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) untuk tahun 2025. Dalam rapat kerja yang diadakan dengan Komisi VIII DPR RI, Wakil Menteri Agama, Romo HR Muhammad Syafii, menyatakan optimisme bahwa biaya yang dibayar oleh jemaah Indonesia dapat berada di bawah Rp56 juta.

Wamenag menjelaskan bahwa Kemenag berupaya untuk melakukan penurunan Bipih (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) dengan melakukan efisiensi dalam penyelenggaraan haji dan pengelolaan anggaran yang lebih baik. Salah satu langkah konkret yang diambil untuk menghemat biaya adalah dengan memangkas biaya katering dan transportasi. Pemerintah berencana untuk melakukan negosiasi ulang dengan penyedia layanan katering dan maskapai penerbangan untuk mendapatkan harga yang lebih kompetitif.
Selain itu, Kemenag juga akan melakukan negosiasi harga layanan di Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna). Menurut Wamenag, Kemenag telah mengirimkan tim ke Arab Saudi untuk melakukan persiapan penyediaan layanan. “Kalau pada tahun lalu harga layanan di Armuzna sekitar 18juta, ada arah bisa turun sampai ke 16 sekian juta. Itu artinya kemungkinan penurunan juga bisa,” sebut Wamenag di Gedung DPR RI, Senin (30/12/2024)
Tahun ini, Kemenag mengusulkan BPIH 2025 rerata sebesar Rp93.389.684,99. Usulan Kemenag ini selanjutnya akan dibahas oleh Panja BPIH. Sebagai bahan pembahasan, usulan Kemenag berangkat dari komposisi 70% komponen Bipih yang dibayar jemaah dan 30% biaya yang bersumber dari Nilai Manfaat dana haji.
Pembentukan Panja Haji 2025
Selain pengumuman mengenai penurunan BPIH, Kemenag juga mengumumkan pembentukan Panitia Kerja (Panja) Haji 2025. Panja ini akan bertugas untuk merancang dan merekomendasikan langkah-langkah strategis dalam penyelenggaraan ibadah haji ke depan. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Gerindra Abdul Wahid ditunjuk menjadi Ketua Panitia Kerja (Panja) Pelaksanaan Ibadah Haji 2025. Nantinya, Panja akan menghitung ulang usulan mengenai besar biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2025 yang telah diajukan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI. “Dalam hal ini kami akan menghitung ulang pengajuan daripada Kemenag sesuai dengan semangat presiden Pak Prabowo dan juga sesuai dengan temuan Pansus kemarin,” ujar Wahid kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senin (30/12/2024).
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Kemenag berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji pada tahun 2025. Dari transformasi spiritual, pembangunan Kampung Haji, seleksi petugas yang profesional, hingga penerapan teknologi, semua langkah ini diharapkan dapat memberikan pengalaman ibadah yang lebih baik dan bermakna bagi jemaah. Kemenag berharap bahwa dengan pelayanan yang optimal, semakin banyak umat Islam yang dapat melaksanakan rukun Islam yang kelima ini dengan penuh kenyamanan dan kepuasan.
Dengan penurunan BPIH dan pembentukan Panja Haji 2025, Kemenag menunjukkan komitmen untuk meningkatkan pelayanan dan aksesibilitas ibadah haji bagi umat Islam di Indonesia. Melalui langkah-langkah ini, diharapkan semakin banyak jemaah yang dapat merasakan pengalaman spiritual yang mendalam di tanah suci Mekkah. Kemenag berharap bahwa dengan biaya yang lebih terjangkau dan pelayanan yang lebih baik, ibadah haji tahun 2025 akan menjadi lebih lancar dan memuaskan bagi semua jemaah.
Sumber:
- Kementerian Agama Republik Indonesia. (2024). Usulan BPIH 2025 dibahas Panja, Wamenag: Insya Allah Bipih Jemaah Haji Bisa di Bawah Rp56 Juta. Diakses dari https://kemenag.go.id/nasional/usulan-bpih-2025-dibahas-panja-wamenag-insya-allah-bipih-jemaah-haji-bisa-di-bawah-rp56juta-GfINq
- Kompas.com. (2024). Abdul Wahid F. Gerindra Jadi Ketua Panja Haji 2025 di DPR RI. Diakses dari https://nasional.kompas.com/read/2024/12/30/19473691/abdul-wahid-f-gerindra-jadi-ketua-panja-haji-2025-di-dpr-ri?page=all%20Pelaksanaan%20Ibadah%20Haji%202025).