Seni Melukis Dinding Al-Qatt Al-Asiri (Sumber: leaders-mena.com)
Salah satu kekayaan budaya tertua di Arab Saudi, Al-Qatt Al-Asiri, kini semakin dikenal dunia sebagai bagian dari warisan tak benda UNESCO. Seni mural geometris ini tidak hanya memperindah rumah-rumah di wilayah Asir, namun juga menjadi simbol identitas, kreativitas perempuan, dan kearifan lokal yang diwariskan lintas generasi.
Apa Itu Al-Qatt Al-Asiri?
Al-Qatt Al-Asiri adalah seni hias dinding bagian dalam rumah yang berkembang di wilayah Asir, Arab Saudi. Tradisi ini secara historis dilakukan oleh para perempuan, yang menggunakan bentuk-bentuk sederhana seperti garis lurus, segitiga, lingkaran, dan persegi untuk menciptakan pola rumit, serta warna-warna cerah mencolok yang terinspirasi alam sekitar. Warna-warna utama biasanya merah, kuning, biru, hijau, oranye, putih, dan hitam, yang diperoleh dari bahan alami seperti kapur, tanah liat, dan tumbuhan.
Selain memperindah hunian, Al-Qatt juga memperkuat identitas komunitas dan membangun solidaritas sosial. Setiap pembuatan mural, perempuan dari berbagai usia akan saling membantu, menciptakan ruang untuk belajar, berbagi kisah, hingga menyalurkan ekspresi seni secara kolektif.
Program Pelatihan untuk Melestarikan Al-Qatt Al-Asiri
Sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya, Royal Institute of Traditional Arts (Wrth), bekerja sama dengan Soudah Development Company, membuka program pelatihan khusus seni Al-Qatt Al-Asiri yang digelar dari 27 hingga 31 Juli di wilayah Asir.

Program ini tidak hanya mengenalkan sejarah dan estetika Al-Qatt, tetapi juga memberikan pelatihan langsung mengenai teknik pembuatan pola geometris dan pewarnaan tradisional. Para peserta diajak memahami proses pembuatan warna alami, teknik aplikasi pada dinding, serta filosofi di balik setiap motif yang dibuat.
Ciri Khas Pola dan Teknik Al-Qatt
Seni Al-Qatt bukan sekadar hiasan dinding. Setiap motif memiliki filosofi dan struktur yang unik. Berikut beberapa elemen penting yang biasa ditemukan pada mural Al-Qatt:
- Al Shabaka (The Network): Garis-garis tunggal yang saling berjalin membentuk fondasi desain.
- Al-Hanash (The Snake): Motif menyerupai ular yang berkelok-kelok, terinspirasi bentuk ular koluber setempat.
- Al-Khatmah/Al-Akhtam (The Seal): Penanda visual bagian akhir pola.
- Al-Qatt (The Lines): Garis-garis horizontal yang menjadi dasar utama di bawah motif utama.

Motif-motif tersebut bukan hanya hasil kreativitas, namun juga cerminan lanskap, budaya, dan dinamika sosial masyarakat Asir. Pola dan warna diwariskan secara turun-temurun, dan kini banyak diaplikasikan ulang oleh seniman laki-laki maupun perempuan, arsitek, dan desainer interior.
Pengakuan Dunia & Reaktualisasi
Pada 2017, UNESCO secara resmi memasukkan Al-Qatt Al-Asiri ke dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda Dunia, menegaskan pentingnya seni ini bagi peradaban manusia. Langkah pelatihan, dokumentasi, dan promosi ulang menjadi semakin vital dalam memastikan seni tradisional ini tetap hidup di era modern.
Kini, Al-Qatt tak hanya ditemukan di rumah-rumah kuno, tetapi juga mulai diperkenalkan di sekolah, galeri, ruang publik, hingga menjadi bagian promosi pariwisata budaya Arab Saudi. Investasi pada pelatihan generasi muda, baik perempuan maupun laki-laki, menjadi prioritas untuk menghidupkan kembali kebanggaan dan keterampilan lokal ini.
Baca juga: Provinsi Asir: Keindahan Alam dan Warisan Budaya di Barat Daya Arab Saudi
Referensi:
- Elsheikh, E. (2025). Wrth Preserves Al-Qatt Al-Asiri Art through Training Program. Diambil dari https://www.leaders-mena.com/wrth-preserves-al-qatt-al-asiri-art-through-training-program/.
- Arab News. (2025). Training program in Asir focuses on traditional wall decoration. Diambil dari https://www.arabnews.com/node/2608676/saudi-arabia.