Investasi global di sektor energi diprediksi akan mencapai rekor tertinggi sebesar $3,3 triliun pada tahun 2025, menurut laporan terbaru dari International Energy Agency (IEA). Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya pengeluaran untuk energi bersih, di tengah ketidakpastian ekonomi dan ketegangan geopolitik global.
🌍 Investasi energi global 2025 : Dominasi Energi Bersih dalam Investasi Global
IEA melaporkan bahwa energi bersih seperti energi terbarukan, nuklir, dan penyimpanan energi akan menyerap sekitar $2,2 triliun dari total investasi. Sementara itu, sektor minyak, gas alam, dan batu bara hanya akan mendapatkan sekitar $1,1 triliun.
Kenaikan investasi energi bersih mencerminkan komitmen global untuk mencapai target emisi nol bersih (net-zero). Negara-negara penghasil minyak seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) juga turut ambil bagian. Arab Saudi menargetkan net-zero pada 2060, sementara UEA menargetkan pada 2050.
Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, menyatakan bahwa meningkatnya kebutuhan akan keamanan energi menjadi pendorong utama lonjakan investasi ini.
⚡ Era Listrik Menggeser Bahan Bakar Fosil
IEA mencatat bahwa dunia sedang memasuki “Era Listrik”, yang didorong oleh lonjakan permintaan di sektor industri, pendinginan, mobilitas listrik, pusat data, dan kecerdasan buatan (AI).
Jika satu dekade lalu investasi bahan bakar fosil 30% lebih tinggi dari pembangkitan listrik, pada 2025 tren berbalik. Investasi listrik diproyeksikan 50% lebih tinggi dibandingkan minyak, gas, dan batu bara, dengan nilai mencapai $1,5 triliun.
Permintaan listrik juga meningkat drastis, terutama dari pusat data dan AI. Konsumsi listrik dari pusat data berbasis AI diprediksi mencapai 945 terawatt-jam pada 2030 — dua kali lipat dari saat ini.
☀️ Lonjakan Investasi Energi Surya dan Baterai
Dalam lima tahun terakhir, investasi global pada pembangkit listrik rendah emisi hampir dua kali lipat. Energi surya (solar PV) menjadi motor utama pertumbuhan, dengan proyeksi investasi mencapai $450 miliar pada 2025.
Panel surya dan baterai, khususnya di negara berkembang, menjadi pilihan utama karena biaya yang semakin rendah dan pasokan yang melimpah.
Investasi pada penyimpanan baterai juga meningkat tajam, diprediksi menembus $65 miliar tahun ini.
🔋 investasi energi global 2025 : Peran Arab Saudi dalam Transisi Energi
Sebagai bagian dari National Renewable Energy Program, Arab Saudi menargetkan kapasitas energi terbarukan sebesar 58,7 GW pada 2030. Rinciannya mencakup:
- 40 GW dari solar PV
- 16 GW dari tenaga angin
- 2,7 GW dari konsentrasi tenaga surya (CSP)
Arab Saudi juga berinvestasi besar dalam tenaga nuklir, yang tumbuh 50% dalam lima tahun terakhir. Pada 2025, investasi global di sektor ini diperkirakan mencapai $75 miliar. Kerajaan juga mengembangkan program pengayaan uranium sebagai bagian dari strategi diversifikasi energi.
💨 Hidrogen dan CCUS: Peluang dan Tantangan
Meski menjanjikan, proyek hidrogen rendah emisi menghadapi risiko besar akibat ketidakpastian kebijakan. Beberapa proyek bahkan dibatalkan dalam 12 bulan terakhir. Namun, investasi global untuk proyek hidrogen tetap tumbuh, diperkirakan mencapai $8 miliar pada 2025.
Contohnya adalah proyek hidrogen hijau NEOM di Arab Saudi, yang menggunakan energi surya dan angin dengan kapasitas elektroliser 2,2 GW. Proyek ini dijadwalkan mulai produksi pada 2026.
⚠️ Kesenjangan Investasi Jaringan Listrik
Investasi pada jaringan listrik saat ini mencapai $400 miliar per tahun, namun masih belum cukup untuk mengimbangi pertumbuhan pembangkitan energi. Untuk menjaga stabilitas energi, IEA menyarankan agar investasi jaringan mendekati keseimbangan dengan pembangkitan pada awal 2030-an.
Hambatan utama adalah izin yang lambat dan rantai pasok peralatan seperti kabel dan transformator yang terbatas.
🌎 investasi energi global 2025 : Ketimpangan Investasi Global
IEA menyoroti ketimpangan yang besar dalam distribusi investasi energi. Afrika, misalnya, memiliki 20% populasi dunia, namun hanya menerima 2% dari total investasi energi bersih.
Untuk mengatasi hal ini, IEA mendorong pembiayaan publik internasional agar dapat menarik lebih banyak modal swasta. China tetap menjadi investor terbesar di dunia, diikuti oleh India dan Brasil yang menunjukkan tren investasi positif.
Investasi energi global yang mencapai $3,3 triliun pada 2025 mencerminkan pergeseran besar menuju energi bersih dan keberlanjutan. Namun, agar transisi ini adil dan inklusif, pemerataan investasi, dukungan kebijakan, dan penguatan infrastruktur menjadi kunci utama.
Baca juga Arab Saudi Menuju Silicon Valley Baru di Timur Tengah
📚 Referensi:
- Narayanan, Nirmal. (2025). Global energy investment to hit record $3.3tn in 2025: IEA. Arab News. Diakses dari: https://arab.news/mtd2e