Kawasan Asia dan Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, masih menjadi pasar utama ekspor bagi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia. Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam peluncuran program ekspor UMKM di Jakarta.
Menurutnya, tingginya populasi Warga Negara Indonesia (WNI) di negara-negara seperti Malaysia, Taiwan, Hong Kong, dan Arab Saudi, menjadi faktor pendorong utama. “Sebagian besar produk UMKM kita berupa makanan dan minuman. Negara dengan banyak WNI cenderung menjadi pasar potensial,” jelas Budi.
Target Pertumbuhan Ekspor UMKM Capai 7,1% di 2025
Menteri Budi optimistis bahwa target pertumbuhan ekspor nasional sebesar 7,1% pada tahun 2025 dapat tercapai. Kunci utama keberhasilan ekspor UMKM adalah kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, dan komunitas pendamping UMKM.
Ia menekankan pentingnya daya saing produk lokal. “Kita punya Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, tapi yang terpenting adalah kualitas. Jika produk kita kompetitif, ekspansi pasar bukan hal yang mustahil,” tegasnya.
Business Matching Digital Dorong Transaksi Ekspor
Untuk mendukung percepatan ekspor, Kementerian Perdagangan secara aktif menggelar sesi business matching bulanan antara UMKM dan pembeli internasional. Uniknya, seluruh pertemuan dilakukan secara online.
Selama Januari hingga April 2025, tercatat 246 sesi business matching digelar, terdiri dari 165 sesi pitching dan 81 pertemuan dengan pembeli asing. Nilai transaksi yang tercipta dari kegiatan ini mencapai US$57,61 juta atau sekitar Rp 889 miliar, dengan US$43,74 juta berasal dari bulan April saja.
Pemerintah Siapkan Fasilitas Ekspor untuk UMKM
Melalui program UMKM BISA Ekspor, pemerintah menyediakan berbagai dukungan, mulai dari pelatihan ekspor, pengembangan produk, hingga promosi pasar luar negeri.
Kementerian Perdagangan juga menjalankan Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Perdagangan (PPEJP) yang membantu pelaku usaha memahami prosedur ekspor. Selain itu, ada Pusat Pengembangan Desain Indonesia (PPDI) yang menawarkan layanan desain dan branding agar produk UMKM lebih siap bersaing di pasar global.
“Kami ingin UMKM Indonesia percaya diri menembus pasar dunia dan dikenal secara internasional,” pungkas Budi.
Asia dan Arab Saudi terbukti masih menjadi pasar strategis bagi UMKM Indonesia, terutama sektor makanan dan minuman. Melalui inovasi program ekspor, digitalisasi business matching, dan dukungan pelatihan, pemerintah membuka jalan lebih luas agar produk lokal bisa bersaing dan berjaya di panggung global.
Baca Juga Hidup di Saudi sebagai Ekspatriat: Pengalaman, Tantangan, dan Keseruan
Referensi:
Maria Cicilia Galuh. (2025). Asia, Saudi Arabia key export markets for MSMEs: govt. AntaraNews. Diakses dari: https://en.antaranews.com/news/355757/asia-saudi-arabia-key-export-markets-for-msmes-govt