Kerajaan Arab Saudi terus memperkuat sektor pendidikan tinggi melalui berbagai inisiatif dan reformasi, sejalan dengan visi ambisiusnya, Saudi Vision 2030. Dan dengan sistem pendidikan yang mencakup universitas negeri dan swasta, serta institusi teknis dan vokasional, Arab Saudi berupaya meningkatkan kualitas akademik, inovasi, serta daya saing di tingkat global.
Struktur dan Pengelolaan Pendidikan Tinggi
Universitas di Arab Saudi berstatus hukum dan administratif yang mandiri, di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan sejak penggabungan Kementerian Pendidikan Tinggi dan Kementerian Pendidikan pada tahun 2015. Selain universitas negeri dan swasta, pendidikan tinggi juga mencakup institusi teknis dan kejuruan yang diawasi oleh Technical and Vocational Training Corporation (TVTC) serta lembaga pendidikan di bawah Kementerian Kesehatan dan Komisi Kerajaan untuk Jubail dan Yanbu.
Hingga tahun 2023, Arab Saudi memiliki 29 universitas negeri dan 38 universitas serta perguruan tinggi swasta. Pendidikan tingkat sarjana di universitas negeri diberikan secara gratis kepada warga negara dan penerima beasiswa, termasuk tunjangan bulanan bagi mahasiswa.
Pertumbuhan dan Pengaruh Universitas Arab Saudi
Sejak berdirinya King Saud University di Riyadh pada tahun 1957, jumlah universitas negeri di Arab Saudi meningkat pesat. Beberapa universitas terkemuka lainnya meliputi King Abdulaziz University di Jeddah, King Fahd University of Petroleum and Minerals di Dhahran, serta Princess Nourah bint Abdulrahman University yang berfokus pada pendidikan perempuan.

Dan sebagai bagian dari reformasi pendidikan tinggi, Undang-Undang Universitas yang diterbitkan pada tahun 2019 memungkinkan universitas untuk lebih mandiri dalam hal keuangan dan akademik. Termasuk memperoleh pendapatan dari berbagai sumber seperti program akademik berbayar, investasi, dan kerja sama dengan sektor swasta.
Penelitian dan Inovasi dalam Pendidikan Tinggi
Penelitian dan inovasi menjadi pilar utama dalam pengembangan pendidikan tinggi Arab Saudi. Dan melalui Saudi Vision 2030, pemerintah menargetkan setidaknya lima universitas Arab Saudi masuk dalam 200 besar dunia. Kebijakan ini menghasilkan peningkatan signifikan dalam publikasi ilmiah, yang melonjak hingga 120 persen dalam beberapa tahun terakhir.
Dukungan bagi penelitian universitas mencakup pendanaan infrastruktur riset, peningkatan kerja sama dengan industri. Serta inisiatif strategis untuk memperkuat produksi ilmu pengetahuan dan pengembangan ekonomi berbasis inovasi.
Program Beasiswa
Arab Saudi juga memiliki berbagai program beasiswa untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Salah satunya adalah Custodian of the Two Holy Mosques Scholarship Program, yang bertujuan mengirim mahasiswa ke universitas ternama dunia. Program ini mengalami perkembangan dengan diperkenalkannya jalur Excellence Track dan al-Rowad Track, yang menargetkan institusi pendidikan terbaik di dunia.
Selain itu, Safeer System, yang diluncurkan pada tahun 2010, memfasilitasi administrasi beasiswa luar negeri dengan layanan elektronik terintegrasi, meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam proses akademik mahasiswa Saudi di luar negeri.
Peringkat Global Universitas Arab Saudi
Universitas di Arab Saudi telah menunjukkan peningkatan dalam peringkat global. Pada Shanghai Ranking 2024, 12 universitas Saudi masuk dalam daftar 1.000 besar dunia, dengan King Saud University menduduki peringkat ke-90. Dalam QS World University Rankings 2023, jumlah universitas Saudi yang masuk daftar meningkat dari 9 pada 2019 menjadi 16 pada 2023.
Sementara itu, dalam Times Higher Education World University Rankings 2023, 21 universitas Saudi masuk dalam daftar, dengan King Abdulaziz University berada di peringkat 101 dunia, dan King Fahd University of Petroleum and Minerals masuk dalam kelompok 201-250.

Dukungan bagi Mahasiswa Berkebutuhan Khusus
Pemerintah Arab Saudi juga memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa berkebutuhan khusus dengan menyediakan program khusus serta aksesibilitas di berbagai universitas. Beberapa universitas telah mengembangkan layanan khusus seperti Higher Education Program for Deaf and Hard-of-Hearing Students dan Universal Access Program di King Saud University.
Pendidikan Vokasi dan Ketenagakerjaan
Sejalan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja, Arab Saudi meningkatkan pendidikan vokasi melalui TVTC. Persentase lulusan sekolah menengah yang melanjutkan ke pendidikan vokasi meningkat menjadi 23,77 persen pada 2020, jauh melampaui target awal sebesar 12,5 persen.

TVTC juga memperkenalkan program gelar sarjana terapan serta mendirikan kolaborasi strategis dengan lembaga internasional untuk meningkatkan standar pelatihan kejuruan.
Arab Saudi terus melakukan reformasi besar dalam sektor pendidikan tinggi untuk meningkatkan daya saing global dan memenuhi tuntutan pasar tenaga kerja. Dengan dukungan regulasi yang kuat, investasi dalam penelitian, serta peningkatan kualitas akademik, sistem pendidikan tinggi di Kerajaan ini semakin berkembang sebagai pusat keunggulan akademik dan inovasi di kawasan Timur Tengah dan global.
Baca juga: Arab Saudi Buka Keran Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia – KabarSaudi.com
Referensi:
- Saudipedia. (2025). Universities in Saudi Arabia. Diambil dari https://saudipedia.com/en/article/3812/government-and-politics/education-and-training/universities-in-saudi-arabia .